Review Psikologi Kognitif #2
Senin kemaren abis ngebahas Problem solving. Aku ga pernah kepikiran kalo problem solving dibahas di psikologi haha.
Apa itu problem solving/ menyelesaikan masalah?
Suatu pemikiran yang terarah untuk menemukan solusi/ jalan/ cara menyelesaikan masalah yang spesifik.
Sebelum lebih lanjut, apa sih masalah itu? kebayang ga sih ada pertanyaan itu >.<
Apa apa yang ga sesuai, ga sejalur sama pemikiran atau apa yang kita rencanakan itu disebut masalah kan. Sebenarnya masalah itu "keinginan yang tidak menemui fakta" . Contohnya kita mau beli mobil tapi faktanya kita ga punya uang, nah masalahnya itu ga ada uang kan. Aku bukan ngasih tau gimana buat cari uang ya hehe. Hanya ngejelasin ulang bagaimana proses kita dalam menyelesaikan masalah.
So balik lagi ke problem solving. Ini sih yang aku tangkep tahap tahap problem solving.
Pertama, Mendiagnosa dan memahami masalah. Kalo ga paham sebenernya masalah itu apa yang jadi masalahnya ya gabakal nemu jalan keluar kan?
Kedua. Mengembangkan solusi. Bisa dengan cara TRIAL-ERROR (coba-salah), Heuristik, Insight : kesadaran yang tiba - tiba bahwa masalah yang tadinya keliatan sebagai elemen yang terpisah menjadi saling berhubungan contohnya aja tiba tiba kaya yang dapet ide atau ilham gitu hehe sambil bilang "AHA" hahaha.
Ketiga. Penilaian. Mengevaluasi solusi. Bener ga yah gua ngambil solusi ini,
Keempat. Hambatan bagi solusi. Nah ini yang bikin kita ga nemu nemu solusi. Istilahnya buntu lah, mumet lah, lieur ah kumaha deui hehehe. Nah ada 3 hambatan solusi :
- Fix set : yaitu kecenderungan memikirkan objek yang ada penggunaanya.
- Mental Set : yaitu kecenderungan memakai pola pola lama untuk bertahan. Istilahnya pake siasat yang lama gitu.
- Bias konfirmasi : yaitu mencari hal hal yang mendukung hipotesis awal kita buat ngehindarin yang berlawanan yang mendukung hipotesis alternatid atau solusi lain. Jadi kita nyari hal hal yang bikin kita tambah yakin. Tapi terkadang itu bisa jadi salah.
Kelima. Kreatifitas. Yaitu mengeluarkan ide ide yang orisinil atau menemukan cara baru.
Nah yang menarik dari materi kemaren itu dibahas perbedaan tentang inovatif dan kreatif. Ternyata Orang bisa jadi Kreatif itu karena sudah ada masalah, sehingga muter otak kan tuh gimana caranya ngehadepin tuh masalah.
Kalo orang Inovatif itu dia udah nyiptain masalah sendiri terus bikin jalan keluar sendiri. >.<
Nah ada dua cara berfikir yaitu
Convergent Thinking : Berpikir sesuai pengetahuan yang diterima dan norma norma sekitar jadi ya responnya umum ga aneh.
Divergent Thinking : Berpikir yang diluar pakem, tapi tetap sesuai dengan masalahnya. Contohnya : Pablo picasso. Tau kan lukisan beda banget sama yang lain hehe . Semoga bermanfaat :)
Knowning yourself is the beginning of all wisdom - Aristotle
Kamis, 09 Mei 2013
Diposting oleh
Unknown
di
06.32
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Kamis, 02 Mei 2013
MUSIK DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI
ALOOOHAAA!! aku mau ngereview lagi nih. Tapi tentang seminar psikologi yang diadakan fakultas.
DWIKI DHARMAWAN
COLLABORATING HARMONY
GOES TO CAMPUS
"Musik dalam perspektif Psikologi"
Siapa sih mas Dwiki tuh? Mas dwiki itu yang mengelola sekolah musik Farabi, penyanyi jazz, dan anggota dari grup musik Krakatau. Selain itu juga ada mba Tika Bisono, salah satu psikolog yang terkenal. Dan ada mas Sarlito. Anak psikologi pasti tau mas Sarlito hehehe.
Dulu, Mas Dwiki itu pemalu banget. Tapi sekarang dia pede, Berkat musik. Ada kecerdasan yang berkembang, contohnya kecerdasan eksistensial yaitu kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan –persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia. Eksistensi dalam dirinya bisa berkembang. Contohnya mas Dwiki, dia bisa menjadi orang yang pede walaupun dulu dia orangnya pemalu. Jadi, Musik bisa dijadikan terapi untuk belajar berani dan tidak malu dihadapan banyak orang.
Pernah tidak denger musik tertentu, terus meretrieval/memanggil kenangan kenangan yang terdahulu dan kita bisa jadi terbawa emosi?
Musik bisa menimbulkan emosi. Seperti senang, sedih, takut, dll. Saat kita mendengarkan lirik yang sama dengan apa yang kita rasakan, kita pasti akan terbawa emosi. Atau jika mendengarkan lagu yang ngebeat, kita bakal merasa senang, semangat dan ingin bergerak mengikuti irama.
Musik bisa dipakai untuk menyampaikan perasaan pada kondisi tertentu. Kayanya ngena banget gitu.
Kenapa ya kalo dengerin musik yang sedih, kita bisa terbawa sedih dan mengingat kenangan kenangan yang menyedihkan?
Musik itu seperti stimulan, bisa menarik kesedihan keluar. Tapi kalo musiknya tidak diperdengarkan lagi ya biasa aja kan. Tapi kalo denger lagu sedih pas lagi banyak pikiran dan mumet, mendingan jangan deh bisa bisa tambah down. Mending dengerin lagu lagu yang ngebeat, yang powerfull yang bisa membangkitkan semangat, dan bikin mood jadi naik lagi. Apalagi kalo dengerin pas mau kuliah atau berangkat kerja kan bisa jadi semangat dan ga ngantuk deh.
Musik itu bisa meningkatkan kecerdasan ya?
Iya, contohnya Kecerdasan linguistik, Kemampuan Matematik, dan Kecerdasan Intrapersonal.
Kecerdasan linguistik ini kemampuan untuk mengolah kata - kata, memahami bahasa, dan yang berhubungan dengan verbal.
Ko Musik nyambung sama Matematik sih?
Dalam musik, ada notasi notasi, bagaimana memainkan dari not satu ke not lain, berapa jaraknya, berapa iramanya, bagaimana biar pas dengan nada not dan lain lain.
Kecerdasan Intrapersonal itu adalah kemampuan yang bisa menyelami dunia sekitar. Kita bisa merasakan apa yang orang rasakan. Dan itu engga semua orang punya loh.
Jadi banyak banget deh manfaat musik dari perspektif psikologi. Semoga bermanfaat :)
“One day, in retrospect, the years of struggle will strike you as the most beautiful.”
― Sigmund Freud
ALOOOHAAA!! aku mau ngereview lagi nih. Tapi tentang seminar psikologi yang diadakan fakultas.
DWIKI DHARMAWAN
COLLABORATING HARMONY
GOES TO CAMPUS
"Musik dalam perspektif Psikologi"
Siapa sih mas Dwiki tuh? Mas dwiki itu yang mengelola sekolah musik Farabi, penyanyi jazz, dan anggota dari grup musik Krakatau. Selain itu juga ada mba Tika Bisono, salah satu psikolog yang terkenal. Dan ada mas Sarlito. Anak psikologi pasti tau mas Sarlito hehehe.
Dulu, Mas Dwiki itu pemalu banget. Tapi sekarang dia pede, Berkat musik. Ada kecerdasan yang berkembang, contohnya kecerdasan eksistensial yaitu kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan –persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia. Eksistensi dalam dirinya bisa berkembang. Contohnya mas Dwiki, dia bisa menjadi orang yang pede walaupun dulu dia orangnya pemalu. Jadi, Musik bisa dijadikan terapi untuk belajar berani dan tidak malu dihadapan banyak orang.
Pernah tidak denger musik tertentu, terus meretrieval/memanggil kenangan kenangan yang terdahulu dan kita bisa jadi terbawa emosi?
Musik bisa menimbulkan emosi. Seperti senang, sedih, takut, dll. Saat kita mendengarkan lirik yang sama dengan apa yang kita rasakan, kita pasti akan terbawa emosi. Atau jika mendengarkan lagu yang ngebeat, kita bakal merasa senang, semangat dan ingin bergerak mengikuti irama.
Musik bisa dipakai untuk menyampaikan perasaan pada kondisi tertentu. Kayanya ngena banget gitu.
Kenapa ya kalo dengerin musik yang sedih, kita bisa terbawa sedih dan mengingat kenangan kenangan yang menyedihkan?
Musik itu seperti stimulan, bisa menarik kesedihan keluar. Tapi kalo musiknya tidak diperdengarkan lagi ya biasa aja kan. Tapi kalo denger lagu sedih pas lagi banyak pikiran dan mumet, mendingan jangan deh bisa bisa tambah down. Mending dengerin lagu lagu yang ngebeat, yang powerfull yang bisa membangkitkan semangat, dan bikin mood jadi naik lagi. Apalagi kalo dengerin pas mau kuliah atau berangkat kerja kan bisa jadi semangat dan ga ngantuk deh.
Musik itu bisa meningkatkan kecerdasan ya?
Iya, contohnya Kecerdasan linguistik, Kemampuan Matematik, dan Kecerdasan Intrapersonal.
Kecerdasan linguistik ini kemampuan untuk mengolah kata - kata, memahami bahasa, dan yang berhubungan dengan verbal.
Ko Musik nyambung sama Matematik sih?
Dalam musik, ada notasi notasi, bagaimana memainkan dari not satu ke not lain, berapa jaraknya, berapa iramanya, bagaimana biar pas dengan nada not dan lain lain.
Kecerdasan Intrapersonal itu adalah kemampuan yang bisa menyelami dunia sekitar. Kita bisa merasakan apa yang orang rasakan. Dan itu engga semua orang punya loh.
Jadi banyak banget deh manfaat musik dari perspektif psikologi. Semoga bermanfaat :)
“One day, in retrospect, the years of struggle will strike you as the most beautiful.”
― Sigmund Freud
Diposting oleh
Unknown
di
22.45
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Langganan:
Postingan (Atom)